{"id":8250,"date":"2024-03-21T05:35:04","date_gmt":"2024-03-21T05:35:04","guid":{"rendered":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/?p=8250"},"modified":"2024-07-16T13:54:09","modified_gmt":"2024-07-16T13:54:09","slug":"samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/","title":{"rendered":"Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><b>Oleh Gusti Muhammad Rivqy<\/b><\/p>\n<p class=\"p1\">Samsu atau yang biasa disapa Isam, penduduk asli Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai ingat betul todongan moncong senjata di mulutnya. Kejadian 23 tahun yang lalu itu banyak mengubah hidupnya yang bermula dari perusak lingkungan menjadi penjaga hutan.<\/p>\n<p class=\"p1\">\u201cKejadian yang sangat dramatis,\u201d ucapnya. Kejadian itu bermula saat Isam bersama 4 orang rekannya yang berada di pondok kecil di dalam hutan mendapat info mengenai razia besar- besaran. Di saat yang sama, di salah satu lokasi, keluarga mereka sedang melakukan pembalakan liar.<\/p>\n<p class=\"p1\">Isam dan kawan-kawannya memutuskan untuk mendatangi keluarga yang sedang melakukan pembalakan liar untuk menginfokan bahwa akan ada razia besar-besaran. Sesampainya di lokasi mereka menginformasikan hal tersebut, dan menyarankan untuk stop bekerja dan balik ke rumah. Sehingga, mereka memutuskan untuk pulang saat itu.<\/p>\n<p class=\"p1\">Keesokannya, Isam dan rekanya kembali masuk ke dalam hutan yang menjadi lokasi pembalakan liar. Hal yang tidak terduga terjadi, ternyata tempat tersebut sudah dipenuhi aparat polisi dan juga TNI.<\/p>\n<p class=\"p1\">Isam dan rekanya didatangi oleh pihak polisi dan kemudian diinterogasi. Mereka diinterogasi secara terpisah. Awalnya, interogasi berjalan baik-baik saja hingga berubah mencekam.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0 <\/span>Polisi itu bertanya, \u201cdi mana peralatan kerja kamu?\u201d kata Isam mengulang pertanyaan polisi.<\/p>\n<p class=\"p1\">\u201cPeralatan sudah saya bawa pulang, Pak&#8230;\u201d jawab Isam sambil bergetar. Isam berbohong. Sebenarnya peralatan tersebut ia sembunyikan masih di sekitaran hutan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Polisi yang mendengar ucapan tersebut memerintahkan Isam untuk membuka mulut. \u201cBuka mulut mu,\u201d dengan nada tinggi begitu ucap polisi, ingat Isam.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\">Moncong senjata laras panjang ditodong dan dimasukkan ke dalam mulutnya. \u201cBadan gemetar, merasa sangat takut, pikiran tidak karuan,\u201d cerita Isam.<\/p>\n<p class=\"p1\">Isam\u00a0 mengaku dan akhirnya memberi tahu tempat lokasi peralatan kerja yang ia sembunyikan. Semua barang dan peralatan seperti minyak solar, gergaji mesin, dan lain-lain disita oleh aparat. Setelah penyitaan, Isam dan rekan yang sempat diinterogasi dipersilahkan pulang. \u201cKarena razia yang dilakukan hanya berupa penyitaan dan bukan untuk penangkapan,\u201d jelas Isam mengulang penjelasan yang ia dapatkan dari petugas saat itu.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\">Itulah titik balik Isam yang dulu adalah seorang pekerja pembalak liar dan kemudian mengabdikan dirinya\u00a0untuk menjaga alam, khususnya hutan Jerumbun.<\/p>\n<p class=\"p1\">Jerumbun adalah istilah yang\u00a0 dulunya digunakan untuk lahan pertanian oleh para keturunan raja, yang sampai dengan saat ini nama tersebut masih digunakan sebagai wilayah hutan konservasi\u00a0 Jerumbun. Jerumbun berada di Desa Sekonyer, Kecamatan Kumai.<\/p>\n<p class=\"p1\">Mulai dari kejadian moncong senjata itu, ia kemudian ingin mencoba sesuatu yang baru. Hal itu dimulai dari sang ayah yang sedang berkebun di lahan seluas 4 hektar lahan yang ditanami pohon mengkudu. Sang ayah mendapatkan tawaran bergabung dan bekerja bersama FNPF, karena sang ayah merasa sudah berumur maka sang ayah menghubungi Isam dan menawarkan tawaran yang diberikan FNPF \u00a0kepadanya.<\/p>\n<p class=\"p1\">Isam bergabung bersama FNPF tanggal 12 Agustus 2004,\u00a0 FNPF (<i>Friends of\u00a0 the national \u00a0parks Foundation<\/i>) yaitu yayasan yang didirikan pada awal tahun 1997 berfokus pada lingkungan pusat edukasi dan satwa.<\/p>\n<p class=\"p1\">Dengan bergabungnya bersama FNPF, Isam mengubah perspektifnya mengenai uang. Ia memilih mengabdikan diri untuk membangun kawasan konservasi Jerumbun.<\/p>\n<p class=\"p1\">Selain menjadi pekerja Isam (40) juga seorang suami yang memiliki 2 anak, dan ia hanya berpendidikan akhir sekolah dasar. Saat ditanya alasan memilih bekerja untuk membangun kawasan konservasi jerumbun dengan gaji yang dulunya hanya sebesar Rp 450.000 di tahun 2004, jauh berbeda saat ia masih bekerja sebagai pembalak liar yang penghasilannya mencapai 2 juta rupiah per bulan. \u201cIni tidak hanya berbicara masalah materi tapi juga masalah moral,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p class=\"p1\">Saat ini Isam memiliki kesibukan sehari-hari menanam bibit pohon untuk kawasan konservasi, yang bahkan tidak hanya dilakukan untuk kawasan hutan konservasi Jerumbun. Tetapi juga di kawasan hutan konservasi &#8211; konservasi lainnya seperti Natai Kapuk, Natai Tengah, Munit, Beruhum, Tanjung Beruang, dan Bekapas , yang menurutnya\u00a0 sekitar 3 &#8211; 4 jutaan pohon\u00a0 yang sudah ia tanam \u00a0sejak dari tahun 2005 sampai dengan saat ini [2024].<\/p>\n<p class=\"p1\">Kini Isam merasa senang dan bangga dengan apa yang ia kerjakan. Ia merasa dapat berkontribusi secara langsung terhadap kelestarian hutan.<\/p>\n<p class=\"p1\">Isam memiliki harapan kedepan untuk kawasan konservasi Jerumbun menjadi lebih dikenal, baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Ia juga berharap untuk muda mudi lokal bisa meneruskan pelestarian hutan dan memiliki kepedulian terhadap alam di sekitarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Gusti Muhammad Rivqy Samsu atau yang biasa disapa Isam, penduduk asli Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai ingat betul todongan moncong senjata di mulutnya. Kejadian 23 tahun yang lalu itu banyak mengubah hidupnya yang bermula dari perusak lingkungan menjadi penjaga hutan. \u201cKejadian yang sangat dramatis,\u201d ucapnya. Kejadian itu bermula saat Isam bersama 4 orang rekannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8251,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-8250","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jurnalisme-bercerita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v25.9) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun | Save Our Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun | Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Gusti Muhammad Rivqy Samsu atau yang biasa disapa Isam, penduduk asli Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai ingat betul todongan moncong senjata di mulutnya. Kejadian 23 tahun yang lalu itu banyak mengubah hidupnya yang bermula dari perusak lingkungan menjadi penjaga hutan. \u201cKejadian yang sangat dramatis,\u201d ucapnya. Kejadian itu bermula saat Isam bersama 4 orang rekannya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Save Our Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-21T05:35:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T13:54:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1437\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"809\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"infomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sobinfomedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"infomedia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/\"},\"author\":{\"name\":\"infomedia\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\"},\"headline\":\"Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun\",\"datePublished\":\"2024-03-21T05:35:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/\"},\"wordCount\":653,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg\",\"articleSection\":[\"Jurnalisme Bercerita\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/\",\"url\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/\",\"name\":\"Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun | Save Our Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-21T05:35:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T13:54:09+00:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg\",\"width\":1437,\"height\":809},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"description\":\"People | Forest | Futures\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#organization\",\"name\":\"Save Our Borneo\",\"url\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png\",\"width\":300,\"height\":250,\"caption\":\"Save Our Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia\",\"https:\/\/x.com\/sobinfomedia\",\"https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1\",\"name\":\"infomedia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776264295\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776264295\",\"caption\":\"infomedia\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/stg.saveourborneo.org\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun | Save Our Borneo","robots":{"index":"noindex","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun | Save Our Borneo","og_description":"Oleh Gusti Muhammad Rivqy Samsu atau yang biasa disapa Isam, penduduk asli Desa Sungai Sekonyer, Kecamatan Kumai ingat betul todongan moncong senjata di mulutnya. Kejadian 23 tahun yang lalu itu banyak mengubah hidupnya yang bermula dari perusak lingkungan menjadi penjaga hutan. \u201cKejadian yang sangat dramatis,\u201d ucapnya. Kejadian itu bermula saat Isam bersama 4 orang rekannya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/","og_site_name":"Save Our Borneo","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","article_published_time":"2024-03-21T05:35:04+00:00","article_modified_time":"2024-07-16T13:54:09+00:00","og_image":[{"width":1437,"height":809,"url":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"infomedia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sobinfomedia","twitter_site":"@sobinfomedia","twitter_misc":{"Written by":"infomedia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/"},"author":{"name":"infomedia","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1"},"headline":"Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun","datePublished":"2024-03-21T05:35:04+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/"},"wordCount":653,"publisher":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg","articleSection":["Jurnalisme Bercerita"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/","url":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/","name":"Samsu dari Pembalak Liar jadi Pengabdi Untuk Hutan Jerumbun | Save Our Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg","datePublished":"2024-03-21T05:35:04+00:00","dateModified":"2024-07-16T13:54:09+00:00","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/samsu-dari-pembalak-liar-jadi-pengabdi-untuk-hutan-jerumbun\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2024\/03\/2024-03-21-at-12.01.12_11zon.jpg","width":1437,"height":809},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#website","url":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/","name":"Save Our Borneo","description":"People | Forest | Futures","publisher":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#organization","name":"Save Our Borneo","url":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","contentUrl":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/liqason\/2023\/07\/Logo-Baru.png","width":300,"height":250,"caption":"Save Our Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/SOBinfomedia","https:\/\/x.com\/sobinfomedia","https:\/\/www.instagram.com\/save_our_borneo\/","https:\/\/www.youtube.com\/@SOBINFOMEDIA"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/51761ead41bef99e68e1aa53ad0699d1","name":"infomedia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776264295","contentUrl":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/my_savers\/litespeed\/avatar\/9329499f1088d90773ea473c10b60d5f.jpg?ver=1776264295","caption":"infomedia"},"sameAs":["https:\/\/stg.saveourborneo.org"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8250","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8250"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8250\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8271,"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8250\/revisions\/8271"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8250"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8250"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/stg.saveourborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8250"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}